The Next Generation Traffic Network

Sabtu, 25 Oktober 2014

Lembaga Panjat Tebing di Indonesia

  1.  Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI)
  2. Pengurus di tingkat propinsi adalah:
    1. Pengurus Daerah Propinsi Aceh
    2. Pengurus Daerah Propinsi Sumatera Utara
    3. Pengurus Daerah Propinsi Sumatera Barat
    4. Pengurus Daerah Propinsi Riau
    5. Pengurus Daerah Propinsi Kepulauan Riau
    6. Pengurus Daerah Propinsi Sumatera Selatan
    7. Pengurus Daerah Propinsi Jambi
    8. Pengurus Daerah Propinsi Bengkulu
    9. Pengurus Daerah Propinsi Lampung
    10. Pengurus Daerah Propinsi Banten
    11. Pengurus Daerah Propinsi Jawa Barat
    12. Pengurus Daerah Propinsi Jawa Tengah
    13. Pengurus Daerah Propinsi DI Yogyakarta
    14. Pengurus Daerah Propinsi Jawa Timur
    15. Pengurus Daerah Propinsi Bali
    16. Pengurus Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat
    17. Pengurus Daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur
    18. Pengurus Daerah Propinsi Sulawesi Selatan
    19. Pengurus Daerah Propinsi Sulawesi Tengah
    20. Pengurus Daerah Propinsi Sulawesi Utara
    21. Pengurus Daerah Propinsi Kalimantan Selatan
    22. Pengurus Daerah Propinsi Kalimantan Barat
    23. Pengurus Daerah Propinsi Kalimantan Timur
    24. Pengurus Daerah Propinsi Kalimantan Tengah
    25. Pengurus Daerah Propinsi Papua Barat
  3. Badan Standarisasi Pemanjatan Indonesia
  4. Lembaga Pelatihan dan Sertifikasi Panjat Tebinng Indonesi
DI setiap propinsi ada pengurus tingkat kota atau kabupaten.

Sejarah Panjat Tebing Modern di Indonesia

Sejarah Panjat Tebing Modern Indonesia


21 April 1988 14.45 WIB Kaum Pendaki Tebing/Gunung menyatakan Pembentukan Federasi Pemanjat Gunung Indonesia di Tugu Monas. DOkumen ini pada perjalanannya berubah menjadi Federasi Panjat Tebing Indonesia. Dan hingga ini federasi pendaki gunung masih belum keliatan.

Tahun 1989, dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda musibah dengan gugurnya salah satu pemanjat terbaik: Sandy Febriyanto, terjatuh di Tebing Pawon, Citatah, Bandung. Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di bumi pertiwi ini, seperti: Ekspedisi Putri Lipstick Aranyacala memanjat Tebing Bambangpuang, lalu dari Arek Arek Young Pioner Malang memanjat Tebing Gajah Mungkur di seputaran Kawah Gunung Kelud, Kelompok Mega dari Univeritas Taruma Negara mengadakan Ekspedisi Marathon Panjat Tebing yang merambah tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur dan berakhir di Uluwatu, Bali. dalam waktu hampir sebulan, ini merupakan marathon panjat tebing pertama di Indonesia.

Pada tahun ini(1989) tak kurang sepuluh kejuaraan panjat tebing diselenggarakan, beberapa yang besar diantaranya: Unpad Bandung, Tri Sakti Jakarta, ISTN Jakarta, Markas Kopassus Grup I di Serang, dua kali oleh Trupala Jakarta (Balai Sidang Ancol). Kelompok Kapa Ul dan Geologi ITB. Di akhir tahun 1989, ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono yang melakukan pemanjatan solo di Tebing Tower III Parang, ini merupakan artificial solo Climbing pertama pada tebing besar di Indonesia.

Tahun 1990, Lomba Panjat Dinding Nasional (LPDN) di gelar di Jakarta, dengan ketinggian 15 meter dan dibangun empat sisi. Pada tahun ini pula, Pataga Jakarta mendaki Puncak Carstenz Pyramide dan Puncak Jaya.

Tahun 1991, Rapat Paripurna Nasional FPTI yang pertama di selenggarakan di Puncak Jabar. Pada tahun ini, untuk pertama kalinya Indonesia mengirimkan atlit panjat tebing di kejuaraan Oceania- Australia, empat atlit yang dikirim hanya Andreas dan Deden Sutisna yang mendapat peringkat keempat dan lima. Dengan keikutsertaan ini membuka mata dunia panjat tebing Internasional, bahwa Indonesia sudah memepunyai atlit panjat tebing berskala Internasional. FPTI mengeluarkan peraturan panjat dinding pertama dan Pengda FPTI Jatim bekerjasama dengan Impala Univeritas Merdeka Malang yang mengadakan Climbing Party di Lembah Kera, diikuti oleh puluhan pemanjat, membuat jalur-jalur pada Lembah Kera dan diskusi panjat tebing.

Gabungan tim panjat tebing Putri yang terdiri dari Atlet Aranyacala Trisakati, Mahitala Unpar dan IKIP Bandung Mengadakan pemanjatan di Half Dome, AS. Ekspedisi pemanjatan putri tahun 1991 di Cima, Ovest, Italy. Pada tahun ini pula tercatat beberapa kecelakaan di dinding panjat: Zainudin tewas di Samarinda karena tidak memasang pengaman, tiga pemanjat lagi jatuh dan cedera (lumpuh dan patah tulang), semua kejadian tersebut disebabkan oleh tidak diikutinya prosedur keselamatan pemanjatan. Satu prestasi lagi dilakukan oleh Maully MW Wibowo, melakukan pemanjatan solo (free solo) pertama di Bambapuang.

Tahun 1992, Kejurnas Panjat Tebing I, di selenggarakan di Padang. Tampil sebagai juara adalah kontingen dari Jakarta. Ronald Marimbing dan Panji Santoso mengikuti Asian Championship di Seoul. Sementara Mamay S, Salim dan Maully MW Wibowo mengikuti kursus Juri dan Pembuat Jalur disambung dengan Rapat CICE Asia. Budi Cahyono, yang dikontrak oleh perusahaan Rokok, berangkat ke Taiwan untuk melakukan Pemanjatan Iklan. FPTI diterima secara resmi menjadi anggota UIAA, disusul dengan pengiriman ke Rapay CICE Asia di Hongkong.

Pada tahun 1994, Tim FPTI gagal berangkat ke Fixroy dan Aconcagua. Secara resmi FPTI menjadi Anggota KONI yang ke 50. Ronald M dan Nunun Masruruh menduduki peringkat ke sembilan dan keduabelas di kejuaraan Asia ke III di Jepang, sementara Hendricus Mutter rapat CICE di Jepang. Mamay S’Salim dan Kresna Huiarna melakukan pembuatan jalur di tebing-tebing Taiwan.

Tahun 1995, Rapat Paripuma Nasional FPTI III, terselenggara di Kaliurang, Yogyakarta. Kejumas Panjat Tebing ke III diadakan di Alun-alun Utara Yogyakarta, dan Juara Umum diboyong oleh DKI Jakarta dengan menggeser kontingen Jawa Barat dan Sumatra Barat. Dalam Kejumas III ini pula mulai dilombakan kelas panjat Speed yang pertama diadakan di Indonesia. Masih pada bulan yang sama, tahun 1995, di Yogyakarta diadakan pula kursus Juri dan Pembuat Jalur, diikuti oleh Pengurus Pengda FPTI series dari ABRI dan Pramuka.

Pada tahun 1997, Asmujiono dan disusul Missirin (Kopassus) yang tergabung dalam expedisi gabungan sipil dan militer ke Puncak Everest, berhasil mencapai puncak dan berhasil menjadi orang Asia Tenggara pertama yang mencapai Puncak Everest.

Tahun 2000, panjat tebing resmi menjadi cabang olah raga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional ke XV, di Surabaya sebagai cabang olahraga mandiri. Pada tahun yang sama, Sekolah Vertical Rescue angkatan pertama diselengggarakan oleh Perguruan Panjat Tebing SKYGERS Indonesia dengan jenazah Roni Aral yang berhasil dievakuasi oleh tim vertical rescue SKYGERS dari kedalaman 600m di Gunung Cikuray, Jawa Barat.

Tahun 2001, tim vertical rescue SKYGERS terlibat dalam evakuasi dua jenazah di Gunung Salak, Jawa Barat.

Pada tahun 2003, rekor baru pembuatan jalur panjat tebing alam terbanyak tercipta sebanyak 400 buah jalur pemanjatan oleh Tedi Ixdiana. Tebing Siung di Kawasan Yogjakarta digempur oleh tim SKYGERS , berakhir dengan terciptanya 45 jalur. Tedi Ixdiana dan Tim MATRA membuat jalur free climbing pertama di Gunung Krakatau, Selat Sunda.

Pada Tahun 2004, Pemanjatan Tebing Pantai Jawa dan Bali oleh SKYGERS dan Tim EXPEDITION METRO TV 2004. termasuk pemanjatan Tebing Mandu, Indonesia.

Tahun 2004 panjat tebing resmi menjadi cabang olahraga yang memperebutkan medali di PON 2004. Sesuai SK FPTI No. 108/SKEP-PPFPTI/07.04 cabang panjat tebing pada PON 2004 memperebutkan 14 medali emas yaitu:
Perorangan kesulitan putra
Perorangan kesulitan putra
Perorangan kecepatan putra
Perorangan kecepatan putri
Perorangan jalur-pendek putra
Perorangan jalur-pendek putri
Beregu kesulitan putra
Beregu kesulitan putri
Beregu kecepatan putra
Beregu kecepatan putri
Beregu jalur-pendek putra
Beregu jalur-pendek putri
Beregu ganda-campuran kesulitan
Beregu ganda-campuran kecepatan

Tahun 2005, Indonesia menggirimkan Tedi Ixdiana dan Murjayanti untuk mengikuti kejuaraan panjat tebing alam “International Invitation Tournament”, di Huguan Taihang Mountain Gorges, Chiangzhi, China. Pada tahun yang sama pula, pemanjatan pada tujuh air terjun di Indonesia diprakarsai oleh tim EXPEDITION-MERTO TV dan SKYGERS.[2]

Pedoman Kompetisi (PDK) Panjat Tebing Indonesia diterbitkan. PDK berisi peraturan untuk mempersiapkan dan menjalankan kompetisi panjat tebing yang sangat komprehensif. Isi PDK mengacu pada Competition Rules yang dikeluarkan oleh UIAA.

Tahun 2006 Sirkuit Panjat Tebing Indonesia pertama kali digelar di Musi Banyuasin. Amri (Jawa Barat) dan Emi Zainah (DKI Jakarta) sebagai juara untuk nomor lead putra dan putri. Nomor kecepatan putra dan putri dijuarai oleh Abudzar Yulianto (Jawa Timur) dan Evi Neliwati (Jawa Timur), sedangkan nomor Jalur-pendek keluar sebagai juara pertama adalah kembali Abudzar Yulianto dan Hj WIlda keduanya mewakili propinsi Jawa Timur.

Sirkuit Panjat Tebing Indonesia II dilakukan di Samarinda, Kalimantan Timur pada tanggal 1 September 2006. Pada sirkuit ini pertama kali dilombakan kompetisi untuk para pemanjat dari kalangan militer/kepolisian dimana Praka Bobby Sahanaya (Denarhanud Rudal 002 Bontang) keluar sebagai juara di nomor kecepatan sedangkan untuk nomor kecepatan peringkat pertama diraih oleh Agus Setiawan (Brimob Satuan III/Pelopor Kelapa Dua Jakarta).

Tahun 2007 FPTI menggelar Musyawarah Nasional yang menghasilkan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah menyesuaikan dengan UU Sistem Keolahragaan Nasional (UU No. 3 tahun 2005).

Evi Neliwati mencatatkan namanya sebagai pemanjat tebing Indonesia pertama yang meraih peringkat pertama pada Seri Kejuaraan Dunia (World Cup Series) 2007 yang dilaksanakan di Singapura. Evi menyisihkan saingan terberatkan dari Rusia. Catatan ini seolah menghapus kutukan bahwa para pemanjat kita seperti Etta Handrawati, Erianto Rojak dan lainnya yang selalu kalah dari para pemanjat Rusia.

Pada PON 2008 Kalimantan Timur, cabang olahraga panjat tebing memperebutkan 21 medali emas dari nomor perorangan dan beregu.

May 2010 Sport Climbing resmi menjadi cabang olahraga resmi SEA Games 2011, hal ini diputuskan dalam Pertemuan the SEA Games Federation di Jakarta 30 May 2010. Berita Gembira merupakan hasil dari perjualan panjang komunitas panjat tebing se-Asia Tenggara yang dimotori oleh The Southeast Asia Climbing Federaion (SEACF) sejak terbentukan lembega tersebut tahun 1996 di Jakarta.

Pada 2011 panjat tebing pertama kali menjadi cabang olahraga yang memperebutkan medali yaitu sebanyak 10 medali emas pada SEA Games 2011 Palembang, Indonesia. Keputusan itu dihasilkan pada pertemuan the SEA Games Federation Maret 2011 di Bali, Indonesia.

13 Nopember 2011 Aan Aviansyah (21) atlit panjat tebing Indonesi berhasil mengukirkan namanya sebagai atlit pertama yang meraih medali emas pada cabang olahraga Panjat Tebing pada ajang SEA Games XXVI 2011 di Jakabaring, Palembang, Sumetara Selatan. Tim panjat tebing Indonesia meraih 9 dari 10 emas yang diperebutkan, hasil ini menjadi penghalang utama cabang panjat tebing pada SEA Games berikutnya.

Pemandu WIsata Panjat Tebing: Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pemandu Wisata Panjat Tebing terbit sesuai Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.194 Tahun 2011. Standar ini sejatinya untuk memastikan bahwa tebing-tebing Indonesia akan menjadi target tujuan wisata global dan pemandu pemanjatan adalah anak bangsa sendiri.
Panjat Tebing Post Modern

12 Desember 2012 Tedi Ixdiana dan kawan-kawan meproklamirkan berdirinya Komunitas Panjat Tebing Merah Putih yang mempunyai fokus kegiatan pada panjat tebing alam antara lain pembukaan dan pembuatan jalur pemanjatan, pendataan tebing dan jalur pemanjatan, konservasi tebing alam, pembentukan jejaring vertikal rescue.

30 Desember 2013 Katalog Panjat Tebing Indonesia terbit secara online di media Internet. Katalog ini berisi data-data kawasan, tebing dan jalur panjat tebing yang ada di seluruh Indonesia. Pada perjalanannya katalg juga berisi istilah dan dokumen terkait dengan panjat tebing. Katalog ini merupakan kontribusi dari Komunitas Panjat Tebing Merah Putih dimana pengumpulan data dilakukan sejak pertengahan tahun 2011.

19-26 Nopember 2013 Komunitas Panjat Tebing Merah Putih membuka kawasan pemanjatan pertama di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Pada kegiatan tersebut dituntaskan pembuatan Jalur ke-1.000 untuk Indonesia di tebing Mama Painemo, Teluk Kabui, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

10 Januari 2014 berdiri komunitas panjat tebing di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat dibawah naungan Komunitas Panjat Tebing Merah Putih.

Gerakan post modern ini sepertinya ingin mengembalikan ruh kegiatan panjat tebing pada tebing alam yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang jumlahnya ribuan itu, yang jika tidak mulai dipikirkan hanya akan jadi tontonan tuan rumah.

15 Mei 2014 sudah dipastikan bahwa panjat tebing tidak menjadi cabang olahraga yang dilombakan pada pesta olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2015 di Singapura. Kepastian ini berdasarkan hasil pertemuan the SEA Games Federation yang diadakan di Singapura.
 

Sejarah Panjat Tebing Indonesia

Sejarah Panjat Tebing Indonesia

Pada sekitar tahun 1960, perkembangan panjat tebing di Indonesia dimulai, dimana Tebing 48 di Citatah, Bandung. mulai dipakai sebagai ajang latihan oleh pasukan TNI AD.

Tahun 1976, merupakan awal mula panjat tebing modern di Indonesia dimulai, yaitu ketika Harry Suliztiarto mulai berlatih memanjat di Citatah, Bandung dan diteruskan dengan mendirikan SKYGERS ''Amateur Rock Climbing Group'' bersama tiga orang rekannya, Heri Hermanu, Dedy Hikmat dan Agus R, yang pada tahun 1977.

Tahun 1979, Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta. yang merupakan upaya mempublikasikan olahraga panjat tebing di Indonesia. Skygers mengadakan Sekolah Panjat Tebing yang pertama pada tahun 1981.

Tahun 1980, Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat. Untuk pertama kalinya dipanjat oleh team ITB, dan masih pada tahun yang sama Wanadri menjadi team Indonesia pertama yang melakukan ekspedisi ke Cartenzs ''Pyramide'', mereka gagal sampai puncak, namun berhasil di Puncak Jaya dan Cartenzs Timur.

Tahun 1982, terjadi tragedi dengan merenggut korban tewas pertama panjat tebing Indonesia adalah Ahmad, salah satu pemanjat asal Bandung, tragedi terjadi ketika melakukan pemanjatan pada Tebing 48 di Citatah.

Pada tahun 1984, Skygers dan Gabungan Anak Petualang memanjat Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur serta Tebing Ulu Watu di Bali.

Tahun 1985, Tebing Sorelo, Lahat, Sumatra Selatan. dipanjat oleh Team Ekspedisi Anak Nakal.

Pada tahun 1986, Kelompok Gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang di Sulawesi Selatan, Lalu Kelompok Unit Kenal Lingkungan Universitas Padjajaran memanjat Gunung Lanang di Jawa Timur, Team Jayagiri merampungkan Dinding Ponot di Bendungan, Si Gura-gura, Sumatra Utara. Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berhasil dengan menciptakan lintasan baru. Sebagai catatan, bahwa kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, kompetisi dilaksanakan pada tebing alam dan sempat ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia.

Tercatat pada tahun 1987, Ekspedisi Wanadri yang menyelesaikan pemanjatan di Tebing Unta di Kalimantan Barat, Kelompok Trupala memanjat Tebing Gajah di Jawa Tengah dan Skygers memanjat Tebing Sepikul di Jawa Timur. Pada tahun ini pula lomba panjat tebing di Indonesia yang pertama dilaksanakan, yaitu di Tebing Pantai Jimbaran, Bali.

Tahun 1988, Kantor Menpora bekerjasama dengan Kedutaan Besar Perancis mengundang empat pemanjat mereka untuk memeperkenalkan dinding panjat serta memberikan kursus pemanjatan. Pada akhir acara, terbentuk Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia(FPTGI), yang diketuai oleh Harry Suliztiarto. Pada tahun yang sama Aranyacala Trisakti mengadakan ekspedisi panjat tebing, pada Tower III, Tebing Parang, Jawa Barat. yang dipanjat oleh kelompok yang kesemua anggotanya putri. Kelompok putranya memanjat Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor. Sandy Febryanto (Alm) dan Djati Pranoto melakukan panjat kebut yang pertama dilakukan di Indonesia, di Tower I Tebing Parang, yang mana merupakan pemanjat tebing besar pertama yang dilakukan tanpa menggunakan alat pengaman, waktu yang diperlukan adalah empat jam.

Pada tahun ini(1988), Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing memerlukan waktu lima hari pemanjatan dan menjadi penyebab kagagalan untuk memenuhi target dua hari pemanjatan di Dinding Utara Eiger, Alpen, Perancis. Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru pada dinding yang sama. Keberangkatan Sandy Febriyanto dan Djati Pranoto ke Yosemite, AS. untuk memanjat Half Dome guna memecahkan rekor Speed Climbing, pada tahun 1988, dan mengalami kegagalan pula di El Capitan.
 

Pengertian Panjat Tebing

Sejarah Panjat Tebing


Panjat Tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olah raga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45° dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu.

Pada perkembangannya kegiatan panjat tebing berevolusi menjadi berbagai dimensi kegiatan: olahraga yang mengejar prestasi, petualangan yang mengejar kepuasan pribadi, dan sebagai kegiatan profesi untuk mencari nafkah yaitu Kerja pada Ketinggian.
 

Senin, 20 Oktober 2014

Kisah Tragis Mayang, Dimutilasi Lalu Dimasak oleh Suaminya yang Berkebangsaan Australia

Pembunuhan Transgender WNI


Kisah Tragis Mayang, Dimutilasi Lalu Dimasak oleh Suaminya. Mayang Prasetyo, warga Denpasar, Bali ini harus meregang nyawa di tangan kekasihnya sendiri, Marcus Peter Volke. mayang tewas mengenaskan karena dibunuh Marcus di apartemennya di Brisbane, Australia.

Dalam akun Facebooknya, Mayang mengaku bekerja di Le Femme Garcon, Melbourne Australia. Kabar kematian Mayang pun segera membuat akun FB nya dibanjiri ucapan duka dari kerabat dan temannya. Mereka tidak menyangka, jika Mayang akan meninggalkan mereka begitu cepat.

Kabar kematian Mayang membuat geger lantaran kasus pembunuhan yang tergolong sadis. Tak hanya membunuh, Marcus sang suami yang berprofesi sebagai koki juga memutilasi dan memasak tubuh Mayang.
Pesan Sponsor


Lalu bagaimana kisah pembunuhan tersebut bisa terjadi? Berikut kisahnya:
Terbongkar karena tercium bau busuk

Kasus pembunuhan sadis yang menimpa WNI atas nama Mayang Prasetyo itu terungkap pada Sabtu (4/10) sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Pelaku pembunuhan sadis itu adalah Marcus Peter Volke yang tinggal di apartemen bersama Mayang. Keduanya adalah sepasang kekasih.

Harian lokal Brisbane melaporkan, sejak hari Kamis (02/10) tetangga di apartemen Marcus melaporkan adanya bau busuk yang menyengat. Karena laporan tersebut, polisi akhirnya datang ke lokasi pada hari Sabtu (4/10) sore.

Saat polisi mendatangi unitnya, marcus langsung melarikan diri. Polisi juga dibuat pusing karena mendapati potongan tubuh manusia di apartemen Marcus.
Potongan tubuh Mayang ditemukan di panci yang dipanaskan

Saat memasuki unit apartemen milik Marcus, polisi sangat terkejut karena mendapati bagian tubuh Mayang Prasetyo sudah dalam kondisi potongan-potongan tubuh. Bahkan ada beberapa potongan tubuh milik Mayang tengah dimasak di dalam panci yang sedang dipanaskan di atas kompor.

Polisi menduga pelaku sempat memasak beberapa potongan tubuh warga Denpasar Bali itu. Polisi juga menemukan beberapa potongan tubuh lainnya di tempat sampah di luar apartemen Marcus.
Pelaku bunuh diri menyayat leher

Marcus Peter Volke melarikan diri begitu mengetahui apartemennya didatangi polisi. Namun tak berapa lama, polisi menemukan Marcus dalam kondisi sudah tewas.

Markus dalam sebuah tempat sampah besar di dekat apartemen tersebut. Marcus tewas dengan luka sayatan di leher. Diduga pria berusia 28 tahun itu mengakhiri hidup dengan menyayat lehernya sendiri usai kasus pembunuhan dan mutilasi terungkap.

Marcus dan korban diketahui bekerja di kapal pesiar sebagai juru masak. Mereka belum lama tiba di Brisbane setelah bertugas di perjalanan pesiar ke beberapa negara.
Mayang disebut-sebut transgender

Mayang Prasetyo tewas dibunuh secara sadis oleh suaminya sendiri, Marcus Peter Volke. Marcus dan Mayang diketahui baru tinggal di apartemen elite Teneriffe yang terletak di pinggiran kota Brisbane.

Pembunuhan sadis ini juga membuat geger warga Brisbane. Media lokal dan polisi Brisbane hingga kini terus mendalami kasus pembunuhan ini. Media lokal juga menyebut jika Mayang adalah transgender. Namun hingga kini belum ada pihak yang membenarkan hal tersebut.
 

Sabtu, 18 Oktober 2014

Hari Ini Jokowi Gladi Bersih Pelantikan Presiden

Pelantikan Presiden


Jakarta - Tak ingin melakukan kesalahan diacara pelantikannya sebagai Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Minggu (19/10/2014) melakukan gladi bersih untuk mematangkan jalannya acara yang bersejarah itu di Gedung MPR/DPR.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengakui bahwa tak cukup dirinya hanya melakukan gladi kotor selama dua hari. Sehingga harus dimatangkan dengan melakukan gladi bersih.

Alasannya, supaya ia tidak melakukan hal-hal yang salah saat pelantikan berlangsung. "Biar tidak keliru," ujarnya.

Diketahui, Jokowi sebelumnya pada 17-18 Oktober 2014 telah melaksanakan gladi kotor untuk kesiapannya. Dan ia melanjutkan kembali dengan melaksanakan gladi bersih pada hari ini, Minggu (19/10/2014).

Sesuai jadwal, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Ri di Gedung MPR/DPR akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2014 dimulai pukul 10.00-11.00 WIB. Setelah resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019, Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) langsung menuju Istana Negara.

Jumat, 03 Oktober 2014

Indra Sjafri Paparkan Alasan Coret Empat Pemain Timnas U-19

Manajemen pelatih Timnas



Sebanyak empat pemain tersisih dari tim nasional Indonesia U-19, yang akan berlaga di Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober mendatang. Pemain yang dimaksud, yakni penjaga gawang Awan Setho, winger Yabes Roni, Miftahul Hamdi, dan gelandang Irfandi Zein.

Sehingga, tim pelatih nantinya hanya membawa sebanyak 23 pemain. Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, menerangkan jika tercoretnya empat pemain tersebut dengan alasan berbeda.

Hanya saja, penentuan skuad tetap mengacu kepada empat kriteria yang menjadi standar Timnas Indonesia U-19. Yakni, seputar fisik, kemampuan taktikal, skill, dan mental.

"Ada pemain yang harus tersisih karena cedera. Ada juga yang karena di posisi mereka bermain terlalu diisi banyak pemain, dan mereka kalah bersaing. Yang pasti, kami punya standar yang harus dipenuhi setiap pemain," papar Indra.

Dicoretnya Awan Setho, tidak lepas dari cedera dislokasi jari kelingking. Yakni, saat menjalani pemusatan latihan di Jakarta, sebagai persiapan jelang menjalani tur Spanyol.

Alhasil, posisinya digantikan kiper Rully Desrian, yang sebelumnya sempat tercoret dari skuat. Yabes Roni dan Miftahul Hamdi, harus kehilangan tempat karena kalah bersaing dengan winger Maldini Pali dan Ilham Udin Armaiyn.

Di posisi sayap, Timnas Indonesia U-19 pun masih memiliki Septian David Maulana dan Dinan Javier. Belakangan, Indra sering menurunkan Dinan sebagai false nine.

Sedangkan di lini tengah, Irfandi Zein memang harus ikhlas tersisih. Maklum, komposisi di sektor tengah sejauh ini memang nyaris tidak berubah. Evan Dimas, Muhammad Hargianto, Zulfiandi, dan Paolo Sitanggang selalu menjadi andalan Indra.
 

Lini Belakang Madrid (Masih) Bermasalah

Marcelo sedang berebut bola



Real Madrid nampaknya harus benar-benar serius membenahi lini belakang mereka jika tak mau semua ambisi mereka berantakan musim ini.

Sang juara bertahan Liga Champions tersebut memang menang 2-1 di kandang Ludogorets pada matchday kedua, Kamis (2/10). Namun gagal menjaga clean sheet atas tim antah berantah yang berstatus debutan di kompetisi akbar antarklub Eropa jelas bukan sinyal apik.

Kebobolan lebih dulu di Bulgaria sebelum akhirnya bangkit dan meraih kemenangan di menit akhir, Los Merengues kembali gagal mencegah gawangnya kebobolan. Total hanya dua kali mereka bisa menjaga clean sheet dari 14 laga tandang terakhirnya di Liga Champions!

sumber

Rentetan Gol Tandang Liga Champions CR7

Cristiano Ronaldo


Cristiano Ronaldo mencetak satu gol dari titik putih ketika Real Madrid mengalahkan tuan rumah Ludogorets 2-1 di matchday 2 Grup B Liga Champions 2014/15, Kamis (02/10). Dengan gol tersebut, berarti Ronaldo tak pernah absen mengoyak gawang lawan dalam sembilan penampilan tandang beruntun di kompetisi ini.

Selasa, 02 September 2014

Candi Sukuh

Candi Sukuh


Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya obyek pujaan lingga dan yoni. Candi ini dianggap kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena penggambaran alat-alat kelamin manusia secara eksplisit pada beberapa figurnya.
Candi Sukuh telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995.

Sejarah singkat penemuan

Situs candi Sukuh dilaporkan pertama kali pada masa pemerintahan Britania Raya di tanah Jawa pada tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta. Johnson kala itu ditugasi oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data guna menulis bukunya The History of Java. Setelah masa pemerintahan Britania Raya berlalu, pada tahun 1842, Van der Vlis, arkeolog Belanda, melakukan penelitian. Pemugaran pertama dimulai pada tahun 1928.

Lokasi candi

Lokasi candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut pada koordinat 07o37, 38’ 85’’ Lintang Selatan dan 111o07,. 52’65’’ Bujur Barat. Candi ini terletak di Dukuh Berjo, Desa Sukuh, kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini berjarak kurang lebih 20 kilometer dari kota Karanganyar dan 36 kilometer dari Surakarta.

Struktur bangunan candi

Denah candi Sukuh.
Bangunan candi Sukuh memberikan kesan kesederhanaan yang mencolok pada para pengunjung. Kesan yang didapatkan dari candi ini sungguh berbeda dengan yang didapatkan dari candi-candi besar di Jawa Tengah lainnya yaitu Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Bentuk bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru. Struktur ini juga mengingatkan para pengunjung akan bentuk-bentuk piramida di Mesir.
Kesan kesederhanaan ini menarik perhatian arkeolog termashyur Belanda, W.F. Stutterheim, pada tahun 1930. Ia mencoba menjelaskannya dengan memberikan tiga argumen. Pertama, kemungkinan pemahat Candi Sukuh bukan seorang tukang batu melainkan tukang kayu dari desa dan bukan dari kalangan keraton. Kedua, candi dibuat dengan agak tergesa-gesa sehingga kurang rapi. Ketiga, keadaan politik kala itu dengan menjelang keruntuhan Majapahit, tidak memungkinkan untuk membuat candi yang besar dan megah.
Para pengunjung yang memasuki pintu utama lalu memasuki gapura terbesar akan melihat bentuk arsitektur khas bahwa ini tidak disusun tegak lurus namun agak miring, berbentuk trapesium dengan atap di atasnya.
Batu-batuan di candi ini berwarna agak kemerahan, sebab batu-batu yang dipakai adalah jenis andesit..

Teras pertama candi

Gapura utama candi Sukuh.
Pada teras pertama terdapat gapura utama. Pada gapura ini ada sebuah sangkala dalam bahasa Jawa yang berbunyi gapura buta abara wong. Artinya dalam bahasa Indonesia adalah “Gapura sang raksasa memangsa manusia”. Kata-kata ini memiliki makna 9, 5, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1359 Saka atau tahun 1437 Masehi.

Teras kedua candi

Gapura pada teras kedua sudah rusak. Di kanan dan kiri gapura terdapat patung penjaga pintu atau dwarapala yang biasa ada, namun dalam keadaan rusak dan sudah tidak jelas bentuknya lagi. Gapura sudah tidak beratap dan pada teras ini tidak terdapat banyak patung-patung. Pada gapura ini terdapat sebuah candrasangkala dalam bahasa Jawa yang berbunyi gajah wiku anahut buntut yang berarti “Gajah pendeta menggigit ekor” dalam bahasa Indonesia. Kata-kata ini memiliki makna 8, 7, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1378 Saka atau tahun 1456 Masehi.

Teras ketiga candi

Pada teras ketiga ini terdapat pelataran besar dengan candi induk dan beberapa relief di sebelah kiri serta patung-patung di sebelah kanan. Jika para pengunjung ingin mendatangi candi induk yang suci ini, maka batuan berundak yang relatif lebih tinggi daripada batu berundak sebelumnya harus dilalui. Selain itu lorongnya juga sempit. Konon arsitektur ini sengaja dibuat demikian. Sebab candi induk yang mirip dengan bentuk vagina ini, menurut beberapa pakar memang dibuat untuk mengetes keperawanan para gadis. Menurut cerita, jika seorang gadis yang masih perawan mendakinya, maka selaput daranya akan robek dan berdarah. Namun apabila ia tidak perawan lagi, maka ketika melangkahi batu undak ini, kain yang dipakainya akan robek dan terlepas.
Tepat di atas candi utama di bagian tengah terdapat sebuah bujur sangkar yang kelihatannya merupakan tempat menaruh sesajian. Di sini terdapat bekas-bekas kemenyan, dupa dan hio yang dibakar, sehingga terlihat masih sering dipergunakan untuk bersembahyang.
Kemudian pada bagian kiri candi induk terdapat serangkaian relief-relief yang merupakan mitologi utama Candi Sukuh dan telah diidentifikasi sebagai relief cerita Kidung Sudamala. Urutan reliefnya adalah sebagai berikut.

Relief pertama

Relief pertama.
Di bagian kiri dilukiskan sang Sahadewa atau Sadewa, saudara kembar Nakula dan merupakan yang termuda dari para Pandawa Lima. Kedua-duanya adalah putra Prabu Pandu dari Dewi Madrim, istrinya yang kedua. Madrim meninggal dunia ketika Nakula dan Sadewa masih kecil dan keduanya diasuh oleh Dewi Kunti, istri utama Pandu. Dewi Kunti lalu mengasuh mereka bersama ketiga anaknya dari Pandu: Yudhistira, Bima dan Arjuna. Relief ini menggambarkan Sadewa yang sedang berjongkok dan diikuti oleh seorang punakawan atau pengiring. Berhadapan dengan Sadewa terlihatlah seorang tokoh wanita yaitu Dewi Durga yang juga disertai seorang punakawan.

Relief kedua

Relief kedua.
Pada relief kedua ini dipahat gambar Dewi Durga yang telah berubah menjadi seorang raksasi (raksasa wanita) yang berwajah mengerikan. Dua orang raksasa mengerikan; Kalantaka dan Kalañjaya menyertai Batari Durga yang sedang murka dan mengancam akan membunuh Sadewa. Kalantaka dan Kalañjaya adalah jelmaan bidadara yang dikutuk karena tidak menghormati Dewa sehingga harus terlahir sebagai para raksasa berwajah buruk. Sadewa terikat pada sebuah pohon dan diancam dibunuh dengan pedang karena tidak mau membebaskan Durga. Di belakangnya terlihat antara lain ada Semar. Terlihat wujud hantu yang melayang-layang dan di atas pohon sebelah kanan ada dua ekor burung hantu. Lukisan mengerikan ini kelihatannya ini merupakan lukisan di hutan Setra Gandamayu (Gandamayit) tempat pembuangan para dewa yang diusir dari sorga karena pelanggaran.

Relief ketiga

Relief ketiga.
Pada bagian ini digambarkan bagaimana Sadewa bersama punakawannya, Semar berhadapan dengan pertapa buta bernama Tambrapetra dan putrinya Ni Padapa di pertapaan Prangalas. Sadewa akan menyembuhkannya dari kebutaannya.

Relief keempat

Relief keempat
Adegan di sebuah taman indah di mana sang Sadewa sedang bercengkerama dengan Tambrapetra dan putrinya Ni Padapa serta seorang punakawan di pertapaan Prangalas. Tambrapetra berterima kasih dan memberikan putrinya kepada Sadewa untuk dinikahinya.

Relief kelima

Lukisan ini merupakan adegan adu kekuatan antara Bima dan kedua raksasa Kalantaka dan Kalañjaya. Bima dengan kekuatannya yang luar biasa sedang mengangkat kedua raksasa tersebut untuk dibunuh dengan kuku pañcanakanya.

Patung-patung sang Garuda

Prasasti Sukuh
Lalu pada bagian kanan terdapat dua buah patung Garuda yang merupakan bagian dari cerita pencarian tirta amerta (air kehidupan) yang terdapat dalam kitab Adiparwa, kitab pertama Mahabharata. Pada bagian ekor sang Garuda terdapat sebuah prasasti.
Kemudian sebagai bagian dari kisah pencarian amerta tersebut di bagian ini terdapat pula tiga patung kura-kura yang melambangkan bumi dan penjelmaan Dewa Wisnu. Bentuk kura-kura ini menyerupai meja dan ada kemungkinan memang didesain sebagai tempat menaruh sesajian. Sebuah piramida yang puncaknya terpotong melambangkan Gunung Mandaragiri yang diambil puncaknya untuk mengaduk-aduk lautan mencari tirta amerta.
Lihat kisah Pemutaran Laut Mencari Amerta

Beberapa bangunan dan patung lainnya

Selain candi utama dan patung-patung kura-kura, garuda serta relief-relief, masih ditemukan pula beberapa patung hewan berbentuk celeng (babi hutan) dan gajah berpelana. Pada zaman dahulu para ksatria dan kaum bangsawan berwahana gajah.
Lalu ada pula bangunan berelief tapal kuda dengan dua sosok manusia di dalamnya, di sebelah kiri dan kanan yang berhadapan satu sama lain. Ada yang berpendapat bahwa relief ini melambangkan rahim seorang wanita dan sosok sebelah kiri melambangkan kejahatan dan sosok sebelah kanan melambangkan kebajikan. Namun hal ini belum begitu jelas.
Kemudian ada sebuah bangunan kecil di depan candi utama yang disebut candi pewara. Di bagian tengahnya, bangunan ini berlubang dan terdapat patung kecil tanpa kepala. Patung ini oleh beberapa kalangan masih dikeramatkan sebab seringkali diberi sesajian.