The Next Generation Traffic Network

Senin, 22 Desember 2014

Cara Mendapatkan Dollar Menggunakan Plugrush

Sebelumnya telah Owetbara berikan posting tentang Cara mendapatkan dollar menggunakan adf.ly. Sekarang owetbara akan memberikan posting yang masih berhubungan dengan cara mendapatkan dollar. Kali ini dengan menggunakan plugrush. Plugrush adalah penyedia layanan iklan khusus untuk situs dewasa. Jadi, blogger-blogger dengan konten dewasa sekarang memiliki wadah untuk situs mereka.

Lalu, bagaimana cara mendaftar di plugrush?

Caranya sangat mudah. Hanya perlu mengisikan beberapa data pada formulir pendaftaran plugrush. Atau teman-teman bisa klik disini. Jika link tidak berfungsi cobalah klik pada gambar dibawah ini.

The Next Generation Traffic Network

Ikuti langkah-langkahnya sampai akun teman-teman selesai dibuat. Semoga posting tentang cara mendapatkan dollar menggunakan plugrush bermanfaat. Terima kasih.

Cara Mendapatkan Dollar Menggunakan Adf.ly

Selamat siang visitor Owetbara yang berbahagia. Kali ini owetbara akan memberikan sedikit tips untuk teman-teman yang sedang berburu dollar di internet. Bisnis online saat ini memang sedang mengalami kemajuan pesat. Dari berbagai usaha yang bisa dilakukan kita bisa menggunakan beberapa opsi seperti : iklan PPC, PTC, maupun iklan Banner.

Nah, yang akan saya bahas disini yaitu bagaimana cara unrtuk mendapatkan uang dari adf.ly. Caranya sangat mudah dan cepat. Teman-teman hanya perlu mendaftar dengan mengisi formulirnya disini. Atau bisa klik gambar dibawah ini.


Ikuti langkah-langkahnya dengan mengisi formulir pendaftarannya dan mulailah menghasilkan dollar dari adf.ly. Sekian posting kali ini. Semoga bermanfaat untuk teman-teman pengunjung owetbara. Terima kasih.

Minggu, 14 Desember 2014

Hasil Skor Piala AFF 2014: Indonesia vs Filipina Skor 0-4

Goal Phillip young husband ke gawang Indonesia

Laga penting Piala AFF 2014 Grup A antara Indonesia vs Filipina telah selesai digelar. Dalam pertandingan tersebut, Indonesia harus menerima kekalahan telak dengan skor 0-4. Kemenangan Filipina adalah yang pertama selama 20 kali pertemuan dengan Indonesia. Dengan demikian, Langkah Timnas Indonesia semakin sulit untuk lolos ke babak semifinal Piala AFF 2014.

Jalannya Babak Pertama

Dibabak pertama, Filipina langsung menggebrak dengan melancarkan serangan melalui kedua sayapnya. Phil Younghusband sempat membahayakan gawang Kurnia Meiga. Sementara Timnas Indonesia masih terlihat belum padu dengan beberapa kali melakukan kesalahan. Lini belakang Timnas terlihat nampak rapuh dalam pertandingan kali ini.

Menit ke-15 sial dialami oleh Timnas Indonesia, pergerakan Phil yang menusuk kekotak pinalti Kurnia Meiga mau tidak mau harus dijatuhkan oleh Firman Utina. Hadiah penalti diberikan oleh wasit. Phil Younghusband sukses menjebol gawang Kurnia Meiga. Skor 1-0 untuk keunggulan Filipina.

Menit ke 45, Sergio Van Dijk hampir saja menyamakan kedudukan andai saja sundulannya tidak mampu ditepis oleh Kiper Filipina. Namun Kiper Filipina mampu menyelamatkan gawangnya dengan baik.

Satu menit menjelang pertandingan usai, Filipina hampir nemambah keunggulan. Para pemain belakang Timnas Indonesia nampak rapuh menjaga pertahanan, Phil Younghusband yang terlambat dikawal hampir menjebol gawang Kurnia Meiga untuk kedua kalinya, namun sayang tendangannya measih melebar ke sisi kiri gawang.

Selama pertandingan babak pertama, Filipina lebih banyak menciptakan peluang dibanding Timnas Indonesia. Selama babak pertama, wasit telah mengeluarkan tiga kartu kuning, untuk Timnas dua kartu kuning yang diterima oleh Firman Utina pada menit 15, kemudian M. Ridwan pada menit 29. Sementara pihak Filipina diterima oleh Misagh Bahadoran dimenit 43.

Jalannya Babak Kedua

Babak kedua, untuk menambah daya gedor Timnas Indonesia, Alfred Riedl mengganti Muhammad Ridwan oleh Boaz Salossa.

Pergantian du kubu Indonesia masih belum membuahkan hasil. Justru pada menit ke 52, Indonesia harus kembali kebobolan setelah sepakan keras yang dillepaskan Manuel Ott tidak sanggup ditepis Kurnia Meiga, bola menghujam ke pojok kanan atas gawang. Skor 2-0 untuk keunggulan Timnas Filipina.

Filipina terus melakukan serangan, Younghusband berkali-kali membahayakan pertahanan Timnas. Terlihat pertahanan Timnas sangat rapuh, para pemain depan Filipina dengan leluasa memasuki wilayah kotak penalti Timnas. Sementara Timnas Indonesia nampak tidak begitu padu, permainan Timnas Indonesia kerap melepaskan umpan langsung ke lini depan sehingga mudah dibaca pemain Filipina.

Menit ke 68, Indonesia kembali kebobolan, kali ini gol dicetak oleh Martin Steuble. Berawal dari pelanggaran didalam kotak penalti Timnas, namun wasit tidak memberikan hadiah penalti. Proses tendangan bebas dilakukan secara cepat, sementara pemain Timnas Indonesia termasuk kiper utama, Kurnia Meiga dalam keadaan belum siap. Phil Younghusband yang melakukan tendangan bebas langsung melakukan umpan pendek kepada Martin Steuble, Steuble hanya tinggal menceploskan bola ke gawang Timnas Indonesia yang tidak dikawal oleh satupun pemain Timnas termasuk kiper Kurnia Meiga. Skor 3-0 keunggulan Timnas Filipina.

Menit ke 72, Rizki Pora harus menerima hadiah kartu merah setelah melanggar Phil Younghusband saat melakukan akselerasi mendekati daerah kotak penalti Timnas Indonesia. Tendangan bebas yang dilakukan Phil masih bisa ditepis Kurnia Meiga.

Pertahanan Indonesia semakin lemah. menit ke-79, Filipina berhasil menambah keunggulan setelah Rob Gier memanfaatkan kemelut didalam kotak Penalti Kurnia Meiga dan menceploskan bola dengan mudah. Skor sementara 4-0. Dengan kekalahan ini, peluang timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2014 semakin tipis. Indonesia mengantongi 1 poin dari dua kali pertandingan. Sementara Filipina dipastikan lolos ke babak selanjutnya. Indonesia akan menghadapi Laos dipertandingan terakhir.Pasukan Alfred Riedl hanya menunggu keajaiban untuk lolos ke babak semifinal.

Manchester United vs Liverpool 3-0: Kesempurnaan De Gea Bantu United Pecundangi Liverpool

Manchester United vs Liverpool  slider manchester united liverpool liga inggris  Manchester United vs Liverpool 3 0: Kesempurnaan De Gea Bantu United Pecundangi Liverpool
Matta, Persie, dan Rooney rayakan goal


Tiga gol tanpa balas, itulah tajuk utama hari ini di Old Trafford. Manchester United mempecundangi sekaligus menambah penderitaan Liverpool pada laga ke-16 Premier League ini. kiper The Red Devils, David De Gea tampil gemilang dan menepis sejumlah peluang untuk menjaga gawangnya dari kebobolan.
Tiga gol diciptakan oleh Wayne Rooney (12’), Juan Mata (40’) dan Robin van Persie (70’). Kemenangan ini juga menjadi kemenangan beruntun keenam United di Premier League dan mengokohkan peringkat mereka di peringkat tiga dan berselisih delapan poin dengan Chelsea di pucuk klasemen.

Babak Pertama

Louis van Gaal kembali merubah susunan pemain di barisan bertahan Manchester United, tidak ada nama Marcos Rojo dan Chris Smalling yang cedera. Duet bek pun dihuni oleh Jonathan Evans dan Phil Jones yang baru sembuh dari cedera.
James Wilson juga dipercaya mengisi satu pos di lini depan dan berduet dengan Robin van Persie dengan sokongan Wayne Rooney yang ada tepat di belakang kedua penyerang tersebut.
Begitu pun dari tim tamu. Brendan Rodgers untuk kali pertamanya musim ini membangkucadangkan Simon Mignolet yang tampil inkonsisten dan menggantinya dengan kiper berpaspor Australia, Bradley Jones.
Ia juga menerapkan taktik false nine dalam skema 4-3-3. Tidak ada penyerang murni di depan, Rickie Lambert berada di bangku cadangan sementara trisula depan dihuni Philippe Coutinho-Raheem Sterling-Adam Lallana.
Rooney! Terjadi transisi permainan cepat yang diperagakan United dan berbuah gol mantan penyerang Everton itu. Berawal dari kegagalan Sterling mengkonversi peluangnya menjadi gol, United dengan cepat melakukan serangan balik.
Antonio Valencia yang maju menyerang mampu melewati Alberto Moreno, dan mengirim bola tepat ke kaki Rooney yang lepas dari kawalan Coutinho. Ia pun membuat Jones terbang menepis bola ke arah yang berlawanan, 1-0 United unggul terlebih dahulu di menit 12.
Pertandingan berjalan ketat hingga laga memasuki menit ke-29. Kedua bek sayap “darurat” United yang diisi Valencia dan Ashley Young tampil baik dalam bertahan maupun menyerang. Pergantian pemain dilakukan Liverpool, mengganti Glen Johnson yang cedera dengan Kolo Toure.
Juan Mata menggandakan keunggulan United di menit 40. Umpan silang Young yang sempat terkena kepala Van Persie, menuju ke arah Mata yang mengkonversi peluangnya menjadi gol. Meski berbau offside, wasit Martin Atkinson mengesahkan gol tersebut. 2-0 United sekaligus menutup babak pertama.

Babak Kedua

Drama langsung terjadi di permulaan babak kedua ini. Pada menit 50, Evans melakukan back-pass yang terlalu lemah sehingga bola diambil oleh Sterling. Namun De Gea kembali menunjukkan kelasnya dan dengan tenang menepis bola lemah tendangan Sterling.
Pergantian pemain juga sebelumnya dilakukan Rodgers saat paruh interval kedua dimulai. Mario Balotelli kembali turun bermain, dan ia menggantikan Lallana.
Van Persie! Sayap kanan menjadi zona serangan favorit Setan Merah pada laga ini. Kembali Valencia dengan mudah merangsek ke depan, dan kali ini ia memberi umpan terukur kepada Van Persie. Beruntung bagi Liverpool, bola tendangannya melebar di kiri gawang Jones.
De Gea kembali membuktikan ketangguhannya di bawah mistar gawang United, kali ini ia berhasil menepis tendangan keras Balotelli di menit 67. Mantan penyerang AC Milan itu menendang bola setelah menerima bola dari Sterling.
Rodgers pun melakukan pergantian terakhirnya di pertandingan ini. Mencoba menaikkan intensitas serangan, ia menarik Moreno dan menggantinya dengan Lazar Markovic.
Kali ini Van Persie tak menyia-nyiakan peluangnya. Di menit 70, ia mencetak gol mudah, setelah menerima umpan Mata, Jones yang sudah keluar dari posisinya tak mampu berbuat apapun. 3-0 United unggul jauh.
Penampilan apik De Gea dan penyelamatan Jones dari tendangan keras Van Persie jelang akhir laga pun mengakhiri laga yang berlangsung di Old Trafford ini. Skor 3-0 untuk kemenangan tim asuhan Van Gaal.

Susunan Pemain:

Manchester United: David De Gea, Ashley Young, Jonathan Evans, Phil Jones (Patrick McNair 88’), Antonio Valencia, Michael Carrick, Marouane Fellaini, Juan Mata, Wayne Rooney (Radamel Falcao 78’), Robin van Persie, James Wilson (Ander Herrera 71’)
Liverpool: Bradley Jones, Glen Johnson (Kolo Toure 25’), Martin Skrtel, Dejan Lovren, Alberto Moreno (Lazar Markovic 67’), Jordan Henderson, Steven Gerrard, Joe Allen, Philippe Coutinho, Raheem Sterling, Adam Lallana (Mario Balotelli 46’)
(fmh)

Jumat, 07 November 2014

Nicholas Saputra

 
Nicolas Saputra

Nicholas Schubring Saputra (lahir di Jakarta, 24 Februari 1984; umur 30 tahun) adalah seorang aktor Indonesia yang berdarah Jawa-Jerman. Namanya mulai dikenal setelah membintangi film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) pada tahun 2002.

Karier

Nicholas memulai karier sebagai seorang model pada sebuah peragaan busana karya Samuel Wattimena. Debut aktingnya terjadi melalui AADC. Nicholas yang sudah menyukai dunia seni peran sejak kecil, beberapa kali ikut casting film sebelum akhirnya diterima sebagai pemeran Rangga dalam AADC. Ia menempuh studi bidang Arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Ia dinominasikan sebagai aktor terbaik dalam Festival Film Indonesia 2004 untuk perannya dalam dua film, masing-masing Biola Tak Berdawai dan Ada Apa Dengan Cinta?, namun kalah dari Tora Sudiro (Arisan!). Setahun kemudian, dalam Festival Film Indonesia 2005, ia kembali diunggulkan dalam dua film dalam kategori yang sama–untuk perannya sebagai Soe Hok Gie dalam Gie dan sebagai Joni dalam Janji Joni–dan berhasil merebut penghargaan tersebut untuk perannya sebagai Gie.
Pada tahun 2007, Nicholas membintangi film 3 Hari untuk Selamanya bersama Adinia Wirasti. Film karya Riri Riza ini cukup mendapat sambutan dalam berbagai festival film internasional meskipun tak diikutsertakan dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2007. Tahun berikutnya, 2008, Nicholas kembali berakting dalam tiga film berdurasi di atas 30 menit yang tayang di bioskop. Yakni film Cinta Setaman (sutradara Harry Dagoe), Drupadi (Riri Riza) dan 3 Doa 3 Cinta (Nurman Hakim). Film yang disebut terakhir mengantarkan Nicholas meraih gelar "Leading Actor" dalam Guardians e-Awards 2009 serta kembali menjadi unggulan aktor terbaik dalam Festival Film Indonesia 2008.
Nicholas pun mendapatkan penghargaan dalam bidang akting dari berbagai penganugerahan sejenis FFI. Penghargaan pertamanya adalah sebagai Aktor Terbaik Bali International Film Festival 2003 untuk perannya dalam film Biola Tak Berdawai. Selain itu, Nicholas juga menjadi Most Favorite Actor versi MTV Indonesia Movie Awards 2005 dan Aktor Terbaik Indonesian Movie Awards 2007 berkat aktingnya dalam film Janji Joni.
Pengakuan lain atas kemampuan Nicholas, ia dapatkan dalam bentuk menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan mengenai film dan menjadi juri dalam berbagai festival film di dalam mau pun di luar negeri. Salah satunya adalah dengan menjadi juri Best Asian Films dalam Singapore International Film Festival 2008 yang memperebutkan Silver Screen Awards.
Karier Nicholas juga diisi dengan membintangi film pendek untuk kampanye sebuah brand mobil, yakni Yaris Movie (2006) dan film lain berjudul Hulahoop Soundings bersama Ladya Cheryl yang ditayangkan dalam Jakarta International Film Festival (Jiffest) 2008.
Selain berkarier sebagai aktor, Nicholas juga menjadi bintang iklan berbagai produk dan model video klip, antara lain Tentang Seseorang (Anda, 2002), Tak Mampu Mendua (Kahitna, 2003), Debaran Cinta (Siti Nurhaliza), Ingat Kamu (Duo Maia, 2008), Shadows (Nidji band, 2008) dan Pernah Muda (Bunga Citra Lestari, 2008).

Dian Sastrowardoyo

Dian Sastro Wardoyo
 


Dian Paramita Sastrowardoyo yang populer dengan dengan nama Dian Sastro (lahir di Jakarta, 16 Maret 1982; umur 32 tahun) adalah seorang pemeran Indonesia.

Karier

Ia memulai kariernya di dunia hiburan pada tahun 1996, sebagai juara pertama di ajang GADIS Sampul majalah GADIS. Ia disebut-sebut sebagai ikon kebangkitan film nasional bersama rekannya di film Ada Apa Dengan Cinta, Nicholas Saputra. Film pertamanya Bintang Jatuh (2000), karya Rudi Sujarwo, diedarkan indie di kampus-kampus dan tidak ditayangkan di bioskop. Di film tersebut, Dian beradu akting dengan Marcella Zalianty, Garry Iskak, dan Indra Birowo. Film selanjutnya pada tahun 2001, Pasir Berbisik menyandingkannya untuk beradu akting dengan Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Didi Petet. Lewat film ini, Dian dianugerahi pemeran wanita terbaik pada Festival Film Internasional Singapura (2002) dan Festival Film Asia di Deauville, Perancis (2002).
Ia juga pernah menjadi pembawa acara kuis Super Miliarder 3 Miliar yang ditayangkan di ANTV. Selain itu ia juga pernah membintangi serial TV yang berjudul Dunia Tanpa Koma di RCTI
Melanjutkan kariernya di dunia film Indonesia, ia berperan di film yang Drupadi, ia juga bertindak sebagai produser di film ini.
Pembawa obor di ajang Olimpiade 2008 ini kembali disandingkan bersama Nicholas Saputra pada film yang berjudul 3 Doa 3 Cinta yang merupakan film dengan nuansa religius yang dibesut oleh sutradara Nurman Hakim. Di ajang International Festival of Asian Cinema Vesoul, 3 Doa 3 Cinta berhasil membawa pulang penghargaan Grand Prize of the International Jury. Dian juga berkesempatan melangkahkan kakinya di Cannes Film Festival 2012 di Perancis mewakili Asia Tenggara sebagai brand ambassador L'oreal, yang merupakan official make-up gelaran bergengsi tersebut.

Kehidupan pribadi

Ia adalah anak dari pasangan Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo dan Dewi Parwati Setyorini. Hobinya adalah membaca, nonton dan segala sesuatu yang berkaitan dengan seni. Selain sebagai aktris ia pernah memiliki rubrik sendiri di majalah GADIS yang bernama Kata Dian, di rubrik tersebut ia menyalurkan bakat menulisnya dan berkomunikasi dengan pembaca majalah Gadis. Ia adalah lulusan jurusan filsafat FIB UI yang sering dimintai sebagai asisten dosen oleh para seniornya.
Ia adalah salah seorang cucu tokoh pergerakan nasional Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo.
Dian menikah dengan Indraguna Sutowo pada 18 Mei 2010. Tanggal 17 Juli 2011 Dian melahirkan anak laki-laki pertamanya, Syailendra Sutowo.

Pendidikan

  • TK: Don Bosco
  • SD: SD Strada Van Lith II, Duren Sawit, Jakarta
  • SLTP: SMP Vincentius Otista, Jakarta
  • SLTA: SMA Tarakanita I, Pulo Raya, Jakarta
  • S-1: Jurusan Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya , Universitas Indonesia (lulus Juli 2007)
  • Sebelum kuliah di filsafat UI, Dian sempat pindah jurusan dari Fakultas Hukum UI
  • S-2: Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (lulus cum laude Agustus 2014)

Kasino (Warkop)

Kasino (Warkop)

Drs. Kasino Hadiwibowo (lahir di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, 15 September 1950 – meninggal di Jakarta, 16 Desember 1997 pada umur 47 tahun) adalah aktor dan pelawak Indonesia yang tergabung dalam kelompok lawak Warkop.

Sosok

Di dunia lawak, kehadiran Kasino dan kawan-kawan mengembuskan angin segar. Kelompok Warkop mewakili generasi pelawak terpelajar, yang memiliki warna baru dalam membanyol. Karier dalam film yang mereka rintis pada akhir tahun 1970-an pun terus melejit. Dalam film Maju Kena Mundur Kena, Kasino dan kedua kawannya masuk dalam jajaran artis yang pernah dibayar termahal.
Ketika menjadi mahasiswa, Kasino banyak menghabiskan waktu di lereng-lereng gunung bersama Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI).

Wafat

Sebelum Kasino Wafat, Kasino sakit pada bulan November 1996. Sebagai bukti, Hasil Rontgen pada kepala Kasino menunjukkan bahwa adanya tumor di bagian otak di Rumah Sakit Advent Bandung. Pada tahun 1997, Kesehatan Kasino sempat naik turun tetapi tidak patah semangat.
Kasino akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo bersama para sahabatnya pada bulan November 1997. Dan pada akhirnya, Kasino wafat pada usia 47 tahun pada tanggal 16 Desember 1997 di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta setelah beberapa tahun mengidap tumor otak. Kasino meninggalkan satu istri dan satu anak.

Pendidikan

  • SD Budi Utomo, Jakarta.
  • SMP Negeri 51 Pondok Kelapa, Jakarta.
  • SMA Negeri 2 Cirebon, Jawa Barat.
  • SMA Negeri 22 Utan Kayu, Jakarta.
  • Fakultas Ilmu Sosial, Jurusan Ilmu Administrasi Niaga, Universitas Indonesia.

Karier

  • Penyiar Radio Prambors (1974-1980)
  • Direktur Klinik Spesialis Rawamangun (sampai 1983)
  • Pimpinan Warung Kopi Corporation

Iklan TV

  • Mitsubishi Colt T120ss (1991)

Film Warkop

Kebanyakan film Warkop tidak dapat diedarkan secara internasional karena masalah pelanggaran hak cipta, yaitu digunakannya musik karya komponis Henry Mancini tanpa izin atau tanpa mencantumkan namanya dalam film.
Pembuatan dan peredaran film setahun dua kali diperuntukkan masa edar bioskop-bioskop utama di Indonesia dengan masa tayang awal bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri dan malam pergantian tahun.[1]
  1. Mana Tahaaan... (1979) bersama Elvy Sukaesih, Rahayu Effendi dan Kusno Sudjarwadi
  2. Gengsi Dong (1980) bersama Camelia Malik, Zainal Abidin dan M. Pandji Anom
  3. GeEr - Gede Rasa (1980) bersama Dorman Borisman, Ita Mustafa dan Itje Trisnawati
  4. Pintar Pintar Bodoh (1980) bersama Eva Arnaz, Debby Cynthia Dewi dan Dorman Borisman
  5. Manusia 6.000.000 Dollar (1981) bersama Eva Arnaz, Dorman Borisman dan A. Hamid Arief
  6. IQ Jongkok (1981) bersama Enny Haryono, Marissa Haque, dan Bokir
  7. Setan Kredit (1982) bersama Minati Atmanegara, Nasir dan Alicia Djohar
  8. Chips (1982) bersama Sherly Malinton, Tetty Liz Indriati dan M. Pandji Anom
  9. Dongkrak Antik (1983) bersama Meriam Bellina, Mat Solar dan Pietrajaya Burnama
  10. Maju Kena Mundur Kena (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us
  11. Pokoknya Beres (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us
  12. Tahu Diri Dong (1984) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us.
  13. Itu Bisa Diatur (1984) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka dan Aminah Cendrakasih
  14. Kesempatan Dalam Kesempitan (1985) bersama Lydia Kandou, Nena Rosier, Lia Warokka, Leily Sagita dan Kaharuddin Syah.
  15. Gantian Dong (1985) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka dan Advent Bangun
  16. Sama Juga Bohong (1986) bersama Ayu Azhari, Nia Zulkarnaen, dan Chintami Atmanegara
  17. Atas Boleh Bawah Boleh (1986) besama Eva Arnaz, Dian Nitami dan Wolly Sutinah
  18. Depan Bisa Belakang Bisa (1986) bersama Eva Arnaz dan HIM Damsyik
  19. Makin Lama Makin Asyik (1987) bersama Meriam Bellina, Susy Bolle dan Timbul
  20. Saya Suka Kamu Punya (1987) bersama Doyok dan Didik Mangkuprojo
  21. Jodoh Boleh Diatur (1988) bersama Raja Ema, Silvana Herman dan Nia Zulkarnaen
  22. Malu-Malu Mau (1988) bersama Nurul Arifin, Suyadi dan Sherly Malinton
  23. Godain Kita Dong (1989) bersama Lisa Patsy, Ida Kusumah dan Tarsan
  24. Sabar Dulu Doong...! (1989) bersama Anna Shirley, Pak Tile dan Eva Arnaz
  25. Mana Bisa Tahan (1990) bersama Nurul Arifin, Zainal Abidin dan Sally Marcellina
  26. Lupa Aturan Main (1991) bersama Eva Arnaz, Fortunella dan Hengky Solaiman
  27. Sudah Pasti Tahan (1991) bersama Nurul Arifin dan Sherly Malinton
  28. Bisa Naik Bisa Turun (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella, Fritz G. Schadt dan Gitty Srinita
  29. Masuk Kena Keluar Kena (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella dan Sally Marcellina
  30. Salah Masuk (1992) bersama Fortunella, Gitty Srinita, Tarida Gloria dan Angel Ibrahim
  31. Bagi-Bagi Dong (1993) bersama Kiki Fatmala dan Inneke Koesherawati
  32. Bebas Aturan Main (1993) bersama Lella Anggraini, Gitty Srinita dan Diah Permatasari
  33. Saya Duluan Dong (1994) bersama Diah Permatasari, Gitty Srinita dan HIM Damsyik
  34. Pencet Sana Pencet Sini (1994) bersama Sally Marcellina, Pak Tile dan Taffana Dewi

Indro (Warkop)

Indro (Warkop)


Drs. H. Indrodjojo Kusumonegoro (lahir di Jakarta, Indonesia, 8 Mei 1958; umur 56 tahun) yang akrab disapa dengan sebutan Indro, adalah seorang aktor dan anggota grup lawak Warkop yang terkenal di era 1980 sampai 1990-an. Pendidikan terakhirnya adalah sarjana ekonomi di Universitas Pancasila, Jakarta. Hobinya adalah berkendara dan melakukan tur dengan motor Harley Davidson. Ia beragama Islam dan bertinggi badan kira-kira 175 cm.

Karier

Filmografi

Film Warkop

Kebanyakan film Warkop tidak dapat diedarkan secara internasional karena masalah pelanggaran hak cipta, yaitu digunakannya musik karya komponis Henry Mancini tanpa izin atau tanpa mencantumkan namanya dalam film.
Pembuatan dan peredaran film setahun dua kali diperuntukkan masa edar bioskop-bioskop utama di Indonesia dengan masa tayang awal bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri dan malam pergantian tahun.[1]
  1. Mana Tahaaan... (1979) bersama Elvy Sukaesih, Rahayu Effendi dan Kusno Sudjarwadi
  2. Gengsi Dong (1980) bersama Camelia Malik, Zainal Abidin dan M. Pandji Anom
  3. GeEr - Gede Rasa (1980) bersama Dorman Borisman, Ita Mustafa dan Itje Trisnawati
  4. Pintar Pintar Bodoh (1980) bersama Eva Arnaz, Debby Cynthia Dewi dan Dorman Borisman
  5. Manusia 6.000.000 Dollar (1981) bersama Eva Arnaz, Dorman Borisman dan A. Hamid Arief
  6. IQ Jongkok (1981) bersama Enny Haryono, Marissa Haque, dan Bokir
  7. Setan Kredit (1982) bersama Minati Atmanegara, Nasir dan Alicia Djohar
  8. Chips (1982) bersama Sherly Malinton, Tetty Liz Indriati dan M. Pandji Anom
  9. Dongkrak Antik (1983) bersama Meriam Bellina, Mat Solar dan Pietrajaya Burnama
  10. Maju Kena Mundur Kena (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us
  11. Pokoknya Beres (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us
  12. Tahu Diri Dong (1984) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us.
  13. Itu Bisa Diatur (1984) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka dan Aminah Cendrakasih
  14. Kesempatan Dalam Kesempitan (1985) bersama Lydia Kandou, Nena Rosier, Lia Warokka, Leily Sagita dan Kaharuddin Syah.
  15. Gantian Dong (1985) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka dan Advent Bangun
  16. Sama Juga Bohong (1986) bersama Ayu Azhari, Nia Zulkarnaen, dan Chintami Atmanegara
  17. Atas Boleh Bawah Boleh (1986) besama Eva Arnaz, Dian Nitami dan Wolly Sutinah
  18. Depan Bisa Belakang Bisa (1986) bersama Eva Arnaz dan HIM Damsyik
  19. Makin Lama Makin Asyik (1987) bersama Meriam Bellina, Susy Bolle dan Timbul
  20. Saya Suka Kamu Punya (1987) bersama Doyok dan Didik Mangkuprojo
  21. Jodoh Boleh Diatur (1988) bersama Raja Ema, Silvana Herman dan Nia Zulkarnaen
  22. Malu-Malu Mau (1988) bersama Nurul Arifin, Suyadi dan Sherly Malinton
  23. Godain Kita Dong (1989) bersama Lisa Patsy, Ida Kusumah dan Tarsan
  24. Sabar Dulu Doong...! (1989) bersama Anna Shirley, Pak Tile dan Eva Arnaz
  25. Mana Bisa Tahan (1990) bersama Nurul Arifin, Zainal Abidin dan Sally Marcellina
  26. Lupa Aturan Main (1991) bersama Eva Arnaz, Fortunella dan Hengky Solaiman
  27. Sudah Pasti Tahan (1991) bersama Nurul Arifin dan Sherly Malinton
  28. Bisa Naik Bisa Turun (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella, Fritz G. Schadt dan Gitty Srinita
  29. Masuk Kena Keluar Kena (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella dan Sally Marcellina
  30. Salah Masuk (1992) bersama Fortunella, Gitty Srinita, Tarida Gloria dan Angel Ibrahim
  31. Bagi-Bagi Dong (1993) bersama Kiki Fatmala dan Inneke Koesherawati
  32. Bebas Aturan Main (1993) bersama Lella Anggraini, Gitty Srinita dan Diah Permatasari
  33. Saya Duluan Dong (1994) bersama Diah Permatasari, Gitty Srinita dan HIM Damsyik
  34. Pencet Sana Pencet Sini (1994) bersama Sally Marcellina, Pak Tile dan Taffana Dewi

Film Lainnya

Acara televisi

Profil Dono (Warkop)

Dono (Warkop)


Drs. H. Wahyu Sardono atau lebih dikenal dengan sebutan Dono Warkop (lahir di Solo, Jawa Tengah, 30 September 1951 – meninggal di Jakarta, 30 Desember 2001 pada umur 50 tahun), adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm. Ia membintangi beberapa judul film komedi pada era 1970, 1980, dan 1990-an. Ia meninggal akibat kanker paru-paru.

Biografi

Ketika kuliah di Universitas Indonesia, Jakarta, Dono bekerja di bagian redaksi surat kabar, antara lain di Tribun dan Salemba, terutama sebagai karikaturis. Kedua media cetak itu berhenti terbit pada tahun 1974.[1] Kemudian Dono bergabung dengan kelompok lawak Warung Kopi Prambors yang didirikan setahun sebelumnya.[1] Dono bersama Kasino, Indro, dan Nanu mengisi acara Warung Kopi Prambors yang bergaya obrolan warung kopi di radio swasta Prambors.[1]
Ketika masih menjadi mahasiswa, Dono merupakan anggota Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) bersama Kasino dan Nanu.[2] Oleh karena itu, film-film Warkop DKI memperlihatkan aktivitas mereka sebagai pecinta alam.

Film Warkop

Kebanyakan film Warkop tidak dapat diedarkan secara internasional karena masalah pelanggaran hak cipta, yaitu digunakannya musik karya komponis Henry Mancini tanpa izin atau tanpa mencantumkan namanya dalam film.
Pembuatan dan peredaran film setahun dua kali diperuntukkan masa edar bioskop-bioskop utama di Indonesia dengan masa tayang awal bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri dan malam pergantian tahun.[3]
  1. Mana Tahaaan... (1979) bersama Elvy Sukaesih, Rahayu Effendi dan Kusno Sudjarwadi
  2. Gengsi Dong (1980) bersama Camelia Malik, Zainal Abidin dan M. Pandji Anom
  3. GeEr - Gede Rasa (1980) bersama Dorman Borisman, Ita Mustafa dan Itje Trisnawati
  4. Pintar Pintar Bodoh (1980) bersama Eva Arnaz, Debby Cynthia Dewi dan Dorman Borisman
  5. Manusia 6.000.000 Dollar (1981) bersama Eva Arnaz, Dorman Borisman dan A. Hamid Arief
  6. IQ Jongkok (1981) bersama Enny Haryono, Marissa Haque, dan Bokir
  7. Setan Kredit (1982) bersama Minati Atmanegara, Nasir dan Alicia Djohar
  8. Chips (1982) bersama Sherly Malinton, Tetty Liz Indriati dan M. Pandji Anom
  9. Dongkrak Antik (1982) bersama Meriam Bellina, Mat Solar dan Pietrajaya Burnama
  10. Maju Kena Mundur Kena (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us
  11. Pokoknya Beres (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us
  12. Itu Bisa Diatur (1984) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka dan Aminah Cendrakasih
  13. Tahu Diri Dong (1984) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us.
  14. Kesempatan Dalam Kesempitan (1985) bersama Lydia Kandou, Nena Rosier, Lia Warokka, Leily Sagita dan Kaharuddin Syah.
  15. Gantian Dong (1985) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka dan Advent Bangun
  16. Sama Juga Bohong (1986) bersama Ayu Azhari, Nia Zulkarnaen, dan Chintami Atmanegara
  17. Atas Boleh Bawah Boleh (1986) besama Eva Arnaz, Dian Nitami dan Wolly Sutinah
  18. Depan Bisa Belakang Bisa (1987) bersama Eva Arnaz dan HIM Damsyik
  19. Makin Lama Makin Asyik (1987) bersama Meriam Bellina, Susy Bolle dan Timbul
  20. Saya Suka Kamu Punya (1987) bersama Doyok dan Didik Mangkuprojo
  21. Jodoh Boleh Diatur (1988) bersama Raja Ema, Silvana Herman dan Nia Zulkarnaen
  22. Malu-Malu Mau (1988) bersama Nurul Arifin, Suyadi dan Sherly Malinton
  23. Godain Kita Dong (1989) bersama Lisa Patsy, Ida Kusumah dan Tarsan
  24. Sabar Dulu Doong...! (1989) bersama Anna Shirley, Pak Tile dan Eva Arnaz
  25. Mana Bisa Tahan (1990) bersama Nurul Arifin, Zainal Abidin dan Sally Marcellina
  26. Lupa Aturan Main (1991) bersama Eva Arnaz, Fortunella dan Hengky Solaiman
  27. Sudah Pasti Tahan (1991) bersama Nurul Arifin dan Sherly Malinton
  28. Bisa Naik Bisa Turun (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella, Fritz G. Schadt dan Gitty Srinita
  29. Masuk Kena Keluar Kena (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella dan Sally Marcellina
  30. Salah Masuk (1992) bersama Fortunella, Gitty Srinita, Tarida Gloria dan Angel Ibrahim
  31. Bagi-Bagi Dong (1993) bersama Kiki Fatmala dan Inneke Koesherawati
  32. Bebas Aturan Main (1993) bersama Lella Anggraini, Gitty Srinita dan Diah Permatasari
  33. Saya Duluan Dong (1994) bersama Diah Permatasari, Gitty Srinita dan HIM Damsyik
  34. Pencet Sana Pencet Sini (1994) bersama Sally Marcellina, Pak Tile dan Taffana Dewi

Pendidikan

  • SD-SMP Negeri 1 Kebon Dalem
  • SMA Negeri 3 Surakarta
  • Fakultas Ilmu Sosial & Politik, Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia.

Karier

  • Ketua OSIS SMA Negeri 3 Surakarta
  • Penyiar Radio Prambors (1974-1980).
  • Asisten Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia.
  • Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial & Politik Universitas Indonesia.

Gadis Korban Asusila Raja Solo Alami Stres Berat

Ilustrasi


Kasus tindakan asusila yang diduga dilakukan Raja Solo Pakubuwono XIII terus bergulir. Korban berinisial AT (15) yang sedang mengandung tujuh bulan diduga mengidap sindrom babyblues. Kondisi psikis AT pun mengkhawatirkan.

Hal tersebut diungkapan salah satu kuasa hukum AT, Asri Purwanti. Asri berharap segera ada penanganan medis bagi kondisi psikologis kliennya.

"Kondisinya tampak tidak stabil, kadang malu dan menutupi perutnya. Takutnya kalau terkena sindrom babyblues," katanya pada hari Rabu (1/10/2014).

"Kondisinya semakin drop, jadi kita akan pertimbangkan untuk pendamping dokter, karena keadaan stres yang tinggi, membuat kondisi kesehatan klien menurun," kata Asri.

Tim kuasa hukum AT juga mengeluhkan sikap kepolisian yang hanya memeriksa korban dan bukan terlapor. Hal tersebut membuat keluarga AT tertekan.

"Ayah korban terus terang jadi stres juga, karena dipanggil terus, tapi pihak PB XIII belum pernah datang," katanya.

Pada hari ini, AT diagendakan menjalani pemeriksaan di Polres Sukoharjo, namun karena kondisi kesehatan tidak memungkinkan, kuasa hukum dan kerabat korban yang datang.